Hapus saluran yang serupa, bukan rantai informasi yang berulang
Kurangi arus informasi berdasarkan asal-usul fakta, namun pertahankan keragaman sudut pandang yang independen dan metode interpretasi yang berbeda.
Dua rangkuman dari satu rilis pers bukanlah dua sumber independen. Namun, dua analisis terhadap rilis tersebut mungkin diperlukan jika keduanya membantu mengungkap keterbatasan, konsekuensi, atau keberatan yang berbeda. Oleh karena itu, yang perlu dikurangi bukan saluran yang terlihat mirip, melainkan rantai asal-usul informasi yang berulang.
Gelembung informasi (information bubble) tidak muncul semata-mata karena sedikitnya langganan. Gelembung tersebut terbentuk ketika semua sumber yang tersisa mendapatkan fakta dari tempat yang sama dan menjelaskannya dengan cara yang identik. Untuk melakukan audit, diperlukan dua parameter terpisah: dari mana fakta berasal dan apa nilai tambah yang diberikan oleh publikasi tersebut.
Lakukan audit berdasarkan rantai asal-usul informasi
1. Pilih satu topik yang sedang menjadi fokus agenda kerja Anda. Jangan mencoba mengaudit seluruh umpan berita sekaligus. Untuk setiap publikasi yang serupa, catat tiga hal: sumber primer fakta, peran publikasi, dan kontribusi uniknya.
Sumber primer dapat berupa dokumen asli, pernyataan, hasil penelitian, atau pesan dari pelaku peristiwa. Jika sebuah saluran merujuk pada postingan lain, dan postingan tersebut merujuk pada siaran pers, maka rantai informasi tidak bermula dari saluran tersebut. Jika asal-usul tidak disebutkan, jangan anggap postingan tersebut sebagai konfirmasi independen sebelum Anda menemukan dari mana pernyataan itu berasal.
Peran publikasi juga penting. Satu materi dapat menyampaikan fakta awal, yang lain mungkin merangkumnya dengan cepat, sementara yang ketiga menganalisis konsekuensinya. Jangan membandingkannya hanya berdasarkan kesamaan frasa: mereka mungkin memiliki tujuan yang berbeda.
2. Gabungkan duplikasi fakta dalam satu rantai yang sama. Jika tujuan Anda adalah mengetahui apa yang diumumkan atau dipublikasikan, simpanlah materi primer. Jika materi primer sulit diakses atau dipahami, simpan satu perantara yang secara eksplisit mengarah ke sumber asli dan tidak mendistorsi subjek pemberitaan. Rangkuman berita lain yang sama tidak menciptakan verifikasi tambahan; mereka hanya meningkatkan jumlah notifikasi.
Jangan menghapus publikasi hanya karena mengandalkan fakta yang sama. Pertama-tama, jawab pertanyaan ini: apa yang ada di dalamnya selain sekadar rangkuman? Alasan yang valid untuk mempertahankannya dapat berupa analisis asumsi, perbandingan dengan materi primer lain, keberatan profesional, atau kriteria evaluasi lainnya. Frase “ini penting” tanpa dasar baru adalah tanda duplikasi.
3. Pilih alternatif bukan berdasarkan nama saluran, melainkan berdasarkan jalur penalaran yang independen. Dua penulis yang membahas satu dokumen sumber awal tidak saling mengonfirmasi peristiwa tersebut. Namun, mereka dapat memberikan sudut pandang berbeda jika satu merujuk pada materi tambahan, sementara yang lain memeriksa kesimpulan dari sudut praktis yang lain.
Setelah audit, setiap langganan yang tersisa harus memiliki fungsi yang jelas: baik mengarah ke fakta asli, maupun memberikan interpretasi terpisah dengan dasar argumen sendiri. Jika fungsinya tidak dapat dijelaskan dalam satu kalimat, sumber tersebut belum pantas berada dalam kumpulan referensi kerja Anda.
Pendekatan ini sejalan dengan rekomendasi dari pedoman perpustakaan UBC: mencari cakupan topik terbaik, memverifikasi pernyataan di sumber lain, dan mempertimbangkan materi dari berbagai sisi. Perpustakaan Nasional Australia secara khusus menekankan nilai dari berbagai perspektif ketika dibandingkan dengan materi primer.
Hasil audit bukan berarti jumlah saluran yang minimal. Melainkan sebuah kumpulan di mana pesan yang berulang tidak lagi tersamar sebagai banyak konfirmasi, sedangkan pandangan yang berbeda tetap terlihat dan dapat diverifikasi.